Senin, 11 Juli 2011

Berbalas pantun dalam bersikap........



manusia senantiasa diperintahkan untuk selalu husnuzzon kpd Allah SWT, karena Allah berkata "Apa yang dipersangkakan oleh hambaKu.. itulah yang terjadi" karena persangkaan dapat menjadi do'a.. karenanya berhati-hatilah terhadap Tatoyur (berperasangka sial).. (hal kecil yang bisa masuk kedalam wilayah syirik).. contohnya bila menabrak kucing.. maka sudah terpatri bahwa seseorang akan ditimpa.. sial.. karena timbul tatoyur dalam dirinya.. maka terjadilah kesialan tersebut.. (persangkaan adalah doa karena fikiran meyakini hal tersebut).. dan ini termasuk ke dalam subhatul fikrah/penyakit pikiran yang menggangu keyakinan..

Untuk dapat senatiasa berhusnuzzon kepada Allah, diperlukan riyadi/latihan.. husnuzzon tidak datang begitu saja.. amal-amal kebaikan yang dilakukan secara istiqomah.. dapat membantu kita untuk membentuknya menjadi karakter yang kuat pada diri kita..




Juga seorang muslim harus sabar dan berserah diri.. tapi patut diingat bahwa sabar dan berserah diri mensyaratkan ikhtiar.. kesabaran harus terbentang sepanjang ikhtiar yang harus diiringi dengan keikhlasan.. patut diingat bahwa tidak ada kepemilikan mutlak didunia ini.. semua hanya titipan.. karenanya sepatutnya kita ikhlas.. bila titipan yang ada pada kita seperi harta, anak, dsb diambil oleh pemiliknya..

Hidup ini bagaikan garis lurus panjang yang ditengahnya banyak terdapat rintangan-rintang.. karenanya diperlukan ikhtiar dalam menjalaniya dengan disertai sabar dan ikhlas.. diujung dari garis lurus tersebut ada kegelapan (manusia tidak tahu apa yang akan terjadi didepan).. dan hanya do'a yang dapat membuat kegelapan ini menjadi terang.. jadilah orang biasa-biasa dengan kualitas luar biasa.. amal terbaik adalah amal yang berkelanjutan/istiqomah.. dan niat menjadi ukuran perbuatan seseorang dihadapan Rabbnya..




Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:261)

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2:262)

Pahala dari Allah itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. (QS. 4:123)

Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. (QS. 4:124)

Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus. Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. (QS. 4:125)

sebuah kebaikan itu bisa menumbuhkan 700 biji pahala, sesuai kehendak Allah bagi siapa yang dikehendaki.. 1 pahala menurut manusia adalah 1000 pahala disisi Allah SWT. subhanallah...




Sebuah kebaikan mensyaratkan keimanan kepada Allah SWT. untuk dapat dikelompokkan dalam kebaikan yang berpahala. jika tidak maka kebaikannya hanya akan dibalas kebaikan didunia dan tidak tercatat sebagai amal yang berpahala. pahala adalah atas kebaikan yang dibangun diatas pondasi iman kepada Allah SWT. Amal kebaikan mencakup hal yang sangat luas dan universal.. kebaikan dilakukan tanpa batas agama, sosial, golongan dsb yang pada akhirnya kita sepatutnya tidak perduli apakah ada atau tidak ucapan terima kasih atas kebaikan yang telah kita lakukan.




terkadang kita sulit untuk menterjemahkan kehendak Allah ke dalam bahasa manusia.. terkadang kita tidak faham dengan maksud Allah, dikarenakan lemahnya kemampuan manusia dalam berfikir.. sering kali kita tidak sabar dalam menghadapi cobaan.. sering kali kita menyalahkan Allah atas masalah yang menimpa kita.. karena kita tidak mengerti.. bahwa sebenarnya Allah memberikan hal terbaik dibelakang setiap hal.. baik itu kebaikan atau keburukan dalam pandangan manusia.. sesungguhnya ia mencoba kita dengan hal yang menurut manusia baik dan hal yang menurut manusia buruk.. dan jika sabar dan ikhlas dalam menghadapi cobaan tersebut.. maka derajat kita akan ditinggikan.. dan disinilah fungsi iman berperan kuat..

2 komentar:

  1. Terima kasih Pa.... Amin...Setiap ujian atau cobaan pasti ada hikmahnya. Mungkin ada rahasia Allah yang tdk kita ketahui.Sesungguhnya hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui. Anak merupakan titipan dari-Nya,Ternyata Allah lebih sayang dan mengambilnya kembali.Semoga saya dan keluarga bs lebih sabar dan ikhlas dalam menerima Ketetapan dari-Nya....

    BalasHapus
  2. wahai sahabatku yg bersembunyi dibalik Anonim...makasih atas komenarnya....smoga ini menjadi renungan buat kita semua. amin....

    BalasHapus